Rabu, 11 Juni 2014

Ciri Manusia



Ciri Manusia

Manusia lebih cepat menilai, ditandai dengan lebih cepat membenci daripada memaafkan, lebih cepat memberi komentar pedas daripada memberi komentar membangun. Membandingkan  orang yang satu dengan orang yang lainnya. Dan lebih parahnya lagi banyak manusia sekarang menjadi hakim atas manusia yang lainnya, ya kalau hakim yang benar bisa menilai dengan bijaksana, nah.. kalau tidak? Itulah keadaan manusia di tahun ini. Ada yang berlomba-lomba memperebutkan sesuatu dengan cara yang tidak lazim, dan ada juga yang
dan kurang pengetahuannya memiliki kerendahan hati? Mungkin jawabannya ada. Tapi sulit menggilai jabatan.
Saya tidak tahu apakah masih ada orang pintar danberpengetahuan yang memiliki kerendahan hati? Atau sebaliknya orang yang kurang pendidikannya untuk menemukan orang seperti ini. Saya tidak menjamin karakter dan mental manusia kedepan akan lebih baik. Karena zaman ini adalah zaman perlombaan. Ada yang mencoba berlomba berbuat kebaikan, ada yang berlomba untuk sebuah prestasi, ada yang berlomba untuk sebuah jabatan, dan tanpa disadari nantinya akan berlomba untuk bertahan hidup ditengah kekacauan. Ada plus minus nya dalam sebuah perlombaan. Plusnya yang juara akan mendapat hadiah, atau kenyamanan. Sementara yang kalah akan disingkirkan, dan menerima ketidaknyamanan.
Ada beberapa tempat atau bisa juga disebut sebagai Negara yang melaukan semua system dengan benar. Tapi itu hanya sebagian Negara didunia ini. Dan semua Negara yang melakukan system dengan benar hanya memperlambat kehancuran karakter, mental, dan isi dari dunia ini. Mau atau tidak mau hanya diri kita sendiri yang bisa menyelamatkan karakter,  dan mental kita. Caranya kita  harus banyak belajar, jangan berada di komunitas yang salah.  Mulailah untuk berbelas kasihan kepada semua orang, entah itu orang kaya, miskin, ataupun menengah, orang pintar, orang bodoh, atau orang gila sekalipun. Kendalikan amarah, kendalikan pikiran. Jangan pernah membandingkan manusia, karena kita ada untuk sesama kita. Jangan pernah mencoba mengejar melakukan kebaikan terlebih dahulu, karena itu semua dimulai dari hati dan ketulusan. Maka kesimpulannya adalah berbicara dengan kebenaran, melakakukan sesuatu dengan kebenaran, dan berani menderita karena benar. Dunia sudah kacau, dan bumi hampir hancur. Sudah terlambat untuk kembali memperbaikinya. Karena kerusakan yang dibuat oleh manusia sudah diambang batas paling tinggi.

3 komentar: