Ciri Manusia
Manusia
lebih cepat menilai, ditandai dengan lebih cepat membenci daripada memaafkan,
lebih cepat memberi komentar pedas daripada memberi komentar membangun. Membandingkan
orang yang satu dengan orang yang
lainnya. Dan lebih parahnya lagi banyak manusia sekarang menjadi hakim atas
manusia yang lainnya, ya kalau hakim yang benar bisa menilai dengan bijaksana,
nah.. kalau tidak? Itulah keadaan manusia di tahun ini. Ada yang berlomba-lomba
memperebutkan sesuatu dengan cara yang tidak lazim, dan ada juga yang
dan
kurang pengetahuannya memiliki kerendahan hati? Mungkin jawabannya ada. Tapi sulit
menggilai jabatan.
Saya
tidak tahu apakah masih ada orang pintar danberpengetahuan yang memiliki
kerendahan hati? Atau sebaliknya orang yang kurang pendidikannya untuk
menemukan orang seperti ini. Saya tidak menjamin karakter dan mental manusia
kedepan akan lebih baik. Karena zaman ini adalah zaman perlombaan. Ada yang
mencoba berlomba berbuat kebaikan, ada yang berlomba untuk sebuah prestasi, ada
yang berlomba untuk sebuah jabatan, dan tanpa disadari nantinya akan berlomba
untuk bertahan hidup ditengah kekacauan. Ada plus minus nya dalam sebuah
perlombaan. Plusnya yang juara akan mendapat hadiah, atau kenyamanan. Sementara
yang kalah akan disingkirkan, dan menerima ketidaknyamanan.
Ada
beberapa tempat atau bisa juga disebut sebagai Negara yang melaukan semua system
dengan benar. Tapi itu hanya sebagian Negara didunia ini. Dan semua Negara yang
melakukan system dengan benar hanya memperlambat kehancuran karakter, mental,
dan isi dari dunia ini. Mau atau tidak mau hanya diri kita sendiri yang bisa
menyelamatkan karakter, dan mental kita.
Caranya kita harus banyak belajar,
jangan berada di komunitas yang salah. Mulailah
untuk berbelas kasihan kepada semua orang, entah itu orang kaya, miskin,
ataupun menengah, orang pintar, orang bodoh, atau orang gila sekalipun. Kendalikan
amarah, kendalikan pikiran. Jangan pernah membandingkan manusia, karena kita
ada untuk sesama kita. Jangan pernah mencoba mengejar melakukan kebaikan
terlebih dahulu, karena itu semua dimulai dari hati dan ketulusan. Maka kesimpulannya
adalah berbicara dengan kebenaran, melakakukan sesuatu dengan kebenaran, dan
berani menderita karena benar. Dunia sudah kacau, dan bumi hampir hancur. Sudah
terlambat untuk kembali memperbaikinya. Karena kerusakan yang dibuat oleh
manusia sudah diambang batas paling tinggi.
